PILIH IPA ATAU IPS ?
Cara memilih IPA atau IPS? Pertimbangkan Dulu Hal-hal Berikut
Jadi, alasan utama dari pembagian jurusan IPA atau IPS adalah agar
kamu bisa lebih fokus dalam belajar dan mendalami ilmu.
Ketika kuliah nanti, kamu juga harus memilih jurusan yang lebih spesifik lagi.
Untuk itu, pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum kalian memilih ya :)
1. BAKAT DAN KEMAMPUAN
Sebelum memilih jurusan, pastikan kamu mengenal
kemampuan dan bakat pribadi masing-masing. Bagaimana caranya? Kamu bisa
lihat kembali nilai rapor saat SD sampai kelas X, cek nilai mana yang lebih
bagus antara IPA atau IPS. Dari nilai-nilai tersebut, kamu bisa mengetahui
bahwa kemampuanmu lebih mengarah ke jurusan apa. Selain faktor nilai, juga bisa
mengikuti berbagai tes minat dan bakat. Biasanya setiap sekolah mengadakan
psikotes ketika menjelang penjurusan. Tapi tidak ada salahnya kalau kamu ingin
mengikuti tes kepribadian di luar sekolah. Hasil tes itu kemudian bisa
kamu jadikan referensi untuk memilih jurusan.
2. CITA-CITA
Setiap orang pasti memiliki cita-cita atau mimpi sejak kecil. Tapi
seiring berjalannya usia dan pengalaman, cita-cita bisa ikut berubah.
Mimpi ini punya andil dalam pengambilan keputusan, jadi jangan diremehkan lho. Mengapa
penting?
Cita-cita mencakup goal dan
impian yang hendak diwujudkan. Jadi, kamu akan termotivasi untuk
mengerahkan potensi secara maksimal untuk meraih tujuan. Dengan
cita-cita, berarti ada harapan. Kamu jadi tahu ke arah mana harus melangkah.
Misalnya, kamu berangan-angan menjadi seorang pengacara tapi jurusan yang kamu
pilih IPA. Tidak masalah sebenarnya. Tapi alangkah baiknya jika dari awal kamu
memilih jurusan IPS. Di IPS, kamu akan menerima berbagai materi ilmu sosial
yang mengarahkanmu untuk jadi pengacara. Cita-cita akan membuat kamu lebih
fokus mencapai satu tujuan yang pasti.
3. BUANG JAUH-JAUH MITOS TENTANG IPA DAN IPS
Kita pasti sering mendengar mitos-mitos jurusan. Ada yang
mengatakan bahwa anak IPA itu orangnya pintar dan gemar belajar, sedangkan anak
IPS itu banyak main dan nongkrong. Ada juga yang beranggapan bahwa
jurusan IPA lebih populer daripada jurusan IPS, padahal kedua jurusan tersebut
sama populernya kok!
Sebenarnya itu belum tentu benar, karena tidak ada dasarnya. Lihat
saja, kenyataannya banyak juga kok anak
IPS yang bisa menjadi pemimpin baik dan hebat di negeri ini. Banyak anak IPS
yang justru menjadi pengusaha sukses dan malah menjadikan anak IPA sebagai
karyawannya. Jadi, buang jauh-jauh mitos IPA dan IPS yang bisa mengganggu
pilihanmu.
4. ORANGTUA
Mungkin kamu sering bingung karena pilihanmu
dan orangtua saling bertolak belakang. Sebenarnya hal ini tidak akan
terjadi bila antara anak dan orangtua saling mengerti. Banyak orangtua yang
menginginkan anaknya untuk masuk IPA sedangkan anaknya ingin masuk IPS. Namun
karena keduanya tidak terbuka dan si anak baru berbicara ketika kenaikan kelas
XI, terjadilah perbedaan pendapat.
Untuk menghindari hal itu, kamu harus terbuka sejak awal jika
ingin masuk jurusan IPA atau IPS. Bicarakan baik-baik mengenai alasan di balik
pilihanmu, misalnya prospek ke depannya. Boleh juga menunjukkan role model yang
sukses di bidang yang akan kamu ambil. Kalau dibicarakan dari jauh-jauh
hari, orangtua akan lebih mengerti dengan keinginanmu. Sebenarnya,
orangtua akan mengikuti pilihan anak asalkan pilihan tersebut memiliki alasan
kuat dan didasari oleh pemikiran yang matang.
5. JANGAN IKUT-IKUTAN TEMAN
Kerap kali banyak yang merasa salah jurusan berawal dari
ikut-ikutan teman. Ingat, masa depanmu ada di tanganmu sendiri, bukan teman.
Kamu adalah penentu sukses tidaknya dirimu di masa depan
nanti. Sedih sih kalau
harus berpisah dengan sahabat karena beda jurusan. Tapi kalau itu membuat
dirimu sendiri jadi susah, lebih baik tidak usah. Jadi, ikuti kata hatimu ya!
Comments
Post a Comment